Kreatif dan
Inovatif menurut saya adalah bagaimana kita bisa mengembangkan ide atau gagasan
dan membuatnya menjadi karya yang menarik dan bermanfaat untuk orang lain.
Setiap orang pasti memiliki kemampuan untuk berpikir lebih kreatif sejauh orang
itu mampu menyadari bahwa dirinya bisa berpikir dan bekerja lebih baik serta
selalu memiliki sudut pandang yang berbeda dalam menilai suatu hal.
Kreatif dan
inovatif adalah karakteristik personal yang terpatri kuat dalam jiwa
kreativitas. Seseorang yang memiliki jiwa kreativitas memiliki kemampuan
berpikir ataupun dapat melakukan tindakan yang bertujuan untuk mencari
pemecahan sebuah kondisi ataupun permasalahan secara cerdas, berbeda (out of
the box), tidak umum, orisinil, serta membawa hasil yang tepat dan
bermanfaat.
Suatu usaha
yang tidak dilandasi upaya kreatif dan inovatif biasanya tidak dapat berkembang
abadi. Lingkungan yang begitu dinamis menuntut kreativitas untuk selalu adaptif
dan mencari terobosan terbaru. Karakter cepat berpuas diri dan cenderung
stagnan sama saja membawa diri ke arah kematian.
Pemahaman
kreatif dan inovatif sering kali dipertukarkan satu sama lain. Menurut Zimmerer
dkk (2009) kreativitas adalah kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan
untuk menemukan cara-cara baru dalam melihat masalah dan peluang. Inovasi
adalah kemampuan untuk menerapkan solusi kreatif terhadap masalah dan peluang
untuk meningkatkan atau untuk memperkaya kehidupan orang-orang. Selanjutnya Ted
Levitt (dalam Zimmerer, 2009) menyatakan bahwa kreativitas memikirkan hal-hal
baru dan inovasi mengerjakan hal-hal baru.
Jadi kreatif
adalah sifat yang selalu mencari cara-cara baru dan inovatif adalah sifat yang
menerapkan solusi kreatif. Kreatif tapi tidak inovatif adalah hal yang mubazir
karena ide hanya sebatas pemikiran tanpa ada realisasi.
Semua usaha
yang maju dan berkembang hingga kini berpangkal pada upaya kreatif dan
inovatif. Sepertinya begitu mudah dan sederhana, tetapi banyak yang mengabaikan
ketika usaha yang telah dirasakan mencapai tingkat kemapanan. Kreativitas dan
inovasi mungkin dapat dipandang sebagai upaya yang mengganggu keseimbangan yang
telah tercipta.
Kreatif dan
inovatif dapat diterapkan secara sederhana. Kuncinya adalah kepekaan dalam
mencium peluang dan kemampuan membaca pasar agar tepat sasaran. Membangun desa
misalnya, untuk mewujudkan desa yang mandiri dibutuhkan kreativitas dan inovasi
dalam merealisasikiannya sehingga desa dapat memanfaatkan potensi fisik dan
nonfisik yang dimilikinya, menjadikan desa modern dan hampir mirip dengan
kehidupan perkotaan, masyarakatnya memiliki mata pencaharian yang beragam,
serta sarana-prasarana yang telah maju.
“Membangun
desa dengan cara yang kreatif dan inovatif.” Kalimat ini yang selalu saya
pikirkan dan saya ingat setiap hari agar saya selalu optimis bahwa desa akan
jauh lebih baik jika semua masyarakat terutama generasi muda mampu berpikir
kreatif untuk membuat karya-karya yang menarik. Berbagai potensi yang ada di
desa sangat mungkin dapat dikembangkan dan dapat mewujudkan kegiatan berbasis
Usaha Ekonomi
Masyarakat jika dikemas dengan cara yang kreatif dan inovatif .
Misalnya
bagaimana jika produk makanan ringan yang selama Ini hanya dibuat untuk
konsumsi rumah tangga bisa diproduksi dengan kemasan yang menarik serta
memiliki izin dari Dinas Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
untuk bisa dijual di pasar tradisional atau supermarket. Selama Ini
produk-produk dari desa sebagian besar hanya sebagai pemasok bahan baku saja
tidak sampai menjadi produk jadi.
Begitu juga
dengan potensi keindahan alam desa, dapat dikemas secara kreatif dan inovatif
dengan membuat konsep desa wisata, di mana rumah-rumah masyarakat desa dapat
dijadikan homestay untuk para wisatawan menginap. Namun, untuk
mewujudkannya dibutuhkan strategi pemasaran, seperti dibuatnya program-program
promosi untuk memperkenalkan paket wisata yang ada di desa, baik secara online maupun
offline . Bumdesa dapat menjadi penggerak untuk mengembangkan
potensi perekonomian melalui desa wisata. Bumdesa bisa membuat program atau event di
desa sebagai daya tarik wisatawan.
Dengan
begitu, saya yakin sekali jika semua anak muda berani untuk mencoba hal baru
yang kreatif dan inovatif, maka akan banyak usaha kreatif yang bisa tumbuh di
desa, apalagi jika usaha tersebut didukung oleh pemerintah dan universitas
untuk memberikan program-program pelatihan keterampilan dan kreativitas bagi
anak-anak muda di desa.
Tentunya
untuk mencapai itu semua dibutuhkan keberanian, mampu mengidentifikasikan
masalah, lebih sering mencoba jika gagal, mampu berkompetisi, dan mampu
berpikir di luar kebiasaan. Serta untuk dapat memiliki ilmu pengetahuan yang
luas, salah satunya seperti internet (Interconnection Networking) yang dapat
membantu para anak muda yang cerdas dan terampil untuk belajar dan mencari
informasi tentang industri kreatif agar dapat dikembangkan di desa.
Sehingga,
keyakinan kita bahwa di masa mendatang tidak akan ada lagi orang-orang di desa
yang ingin bekerja di luar negeri akan segera terwujud. Karena, peluang
berusaha di desa jauh lebih baik daripada menjadi pekerja di negeri orang.
KALIMEKAR BISA.!!!(pemdes)